0
Alkisah, ada seorang dosen di sebuah universitas ternama di negeri Saudi. Beliau mempunyai anak remaja yang gemar bermain sepakbola. Suatu hari ketika ia sedang bermain sepakbola, tiba-tiba ia terjatuh pingsan. Serta merta dibawalah ia ke rumah sakit. Ala kulli hal, malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih, setibanya di rumah sakit tersebut ia divonis telah meninggal dunia oleh dokter. Sang ayah pun hanya bisa pasrah terhadap takdir yang sudah ditetapkan untuk sang anak. Ia hanya bisa duduk lesu disamping jenazah sang anak, sambil menunggu pihak rumah sakit menyelesaikan urusan administrasi.

Tidak disangka-sangka, beberapa saat kemudian sang anak yang sudah dinyatakan meninggal dunia oleh dokter tiba-tiba terbangun, kemudian ia meminta segelas air minum. Dalam kondisi terheran-heran sang ayah pun mengambilkan air minum untuk anaknya itu. Setelah meminum seteguk air, tiba-tiba sang anak kembali roboh ke tempat tidur dan tidak bernafas, ia kembali meninggal dunia!* Subhanalloh....

Benarlah sabda Nabi shollallohu alaihi wassalam,

أَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ فَإِنَّ نَفْسًا لَنْ تَمُوْتَ حَتَّى تَسْتَوْفِي رِزْقَهَا وَإِنْ أَبْطَأَ عَنْهَا فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ.
"Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah. Karena sesungguhnya seseorang tidak akan mati hingga sempurna rizkinya. Meskipun (rizki itu) bergerak lamban. Maka, bertakwalah kepada Allah dan sederhanalah dalam mencari nafkah, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram".
(HR Ibnu Majah no. 2144, Ibnu Hibban no. 1084, 1085-Mawarid, al Hakim (II/4), dan Baihaqi (V/264), dari Sahabat Jabir Radhiyallahu 'anhuma. Dishahihkan oleh al Hakim dan disetujui oleh adz-Dzahabi. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam Silsilah al Ahadits ash-Shahihah no. 2607.)

Apa yang dapat kita ambil hikmah disini adalah, bahwa rizki manusia itu sudah ditentukan dan dijamin oleh Alloh, Alloh Yang Maha Pemurah telah menetapkan rizki bagi seluruh makhluk-Nya, dan setiap makhluk tidak akan mati apabila rizkinya belum sempurna.

Semoga bisa diambil pelajaran, waallohul muwafiq....

Dikisahkan oleh Al Ustadz Al Fadhil Abul 'Abbas Thobroni Hafizhohullahu Ta'ala.


Next
Posting Lebih Baru
Previous
This is the last post.

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top