2

Pertanyaan:
Apakah boleh untuk bermain poker di internet? Harap dicatat bahwa itu hanya "playing for points" dan bukan untuk uang benar?

Jawaban:
Alhamdulillah.
Poker adalah permainan kartu umum.
Dikatakan dalam al-Mawsoo'ah al-'Arabiyyah al-'Aalamiyyah: Sebuah permainan kartu adalah permainan kesempatan atau keterampilan. Menggunakan kertas karton persegi panjang, pada masing-masing yang bentuk dan angka. Adalah mungkin untuk memainkan ratusan permainan menggunakan kartu remi. Perbedaan jumlah orang dapat mengambil bagian dalam permainan kartu. Kesabaran permainan dapat dimainkan oleh satu orang; kasino yang dimainkan oleh dua; pinochle atau whist dimainkan oleh empat. Canasta butuh antara dua dan enam pemain. Dalam kasus poker, hal itu mungkin akan dimainkan oleh sebanyak sepuluh orang. Ada permainan lainnya yang juga disukai oleh pemain, seperti remi, poker, black jack, five hundred, pick it, dan seterusnya. Setiap permainan memiliki sistem dan aturan. Akhir kutipan.
Jika permainan ini adalah bermain untuk uang, maka itu judi yang haram, karena tidak diperbolehkan untuk menawarkan uang kecuali dalam kontes yang disebutkan oleh Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wassalam ketika beliau berkata,

 "Tidak boleh ada (uang) hadiah, kecuali untuk kontes memanah, unta-balap atau pacuan kuda." [Diriwayatkan oleh al-Tirmidzi (1700), al-An Nasa'i (3585), Abu Dawud (2574) dan Ibn Majaah (2878) . Hadits tersebut dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud.]
Sebagian ulama menambah bahwa apa pun yang mungkin dapat membantu dalam jihad, apakah hal itu mudah dimengerti ataukah tidak, seperti kompetisi di menghafal Al-Qur'an atau Sunnah Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa sallam, dan kompetisi pada pesawat terbang, kapal, perahu dan sebagainya. Tetapi bermain kartu, yang tidak termasuk pada keadaan diatas.
Jika tidak bermain untuk uang, masih haram menurut sejumlah ulama, karena mirip dengan dadu dalam ketergantungan pada perkiraan dan dugaan, dan bermain dadu adalah haram, karena diriwayatkan oleh Muslim (2260) dari Buryadah ibn al-Husain (semoga Allooh senang dengan dia), diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda: "Barangsiapa bermain dadu, maka seolah-olah ia mencelupkan tangannya dalam daging dan darah babi."
Abu Dawud (4.938) dan Ibn Majaah (3.762) meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari (Radhiallahu dengan dia) bahwa Rasulullah Shallallahu '(Shallallahu' Alaihi Wa Sallam) bersabda: "Barangsiapa bermain dengan dadu telah mendurhakai Allooh dan Rasul-Nya."
Digolongkan sebagai hasan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud.
Al-Nawawi (semoga Allooh kasihanilah dia) berkata dalam Syarah Muslim: Para ulama berkata: Nardasheer berarti Maynard (dadu). Maynard adalah sebuah kata Persia yang telah di-Arab-kan. Sheer berarti manis. Hadits ini dikutip sebagai bukti oleh al-Syaafa'i dan sejumlah ulama bahwa bermain dengan dadu adalah haram. Apa yang dimaksud dengan "mencelupkan tangannya dalam daging dan darah babi" adalah ketika ia memakannya, sehingga menyamakan larangan dadu untuk daging dan darah babi. Wallahu A'lam. Akhir kutipan.
Ibnu Hajar Al-Haytami berkata dalam Tuhfat al-Muhtaaj Sharh al-Minhaaj (10/215): Ini adalah haram untuk bermain dengan dadu menurut pandangan yang benar karena riwayat Muslim: "Barangsiapa bermain dadu, maka seolah-olah ia mencelupkan tangannya dalam daging dan darah babi." Dan menurut riwayat Abu Dawud, "[ia] telah mendurhakai Allooh dan Rasul-Nya." Permainan dadu didasarkan pada perkiraan dan dugaan yang mengarahkan kepada kebodohan yang sangat. Al-Raafa'i berkata: Yang penting di sini adalah bahwa dadu adalah analogi untuk semua jenis permainan lain yang serupa.
Segala sesuatu yang didasarkan pada dugaan adalah haram. Itu termasuk kanjafah, yang kartunya ada gambar. Akhir kutipan.
Komite telah mengeluarkan sebuah fatwa (15/231) yang menyatakan bahwa itu haram untuk bermain kartu, bahkan jika itu bukan untuk uang. Hal ini juga dinyatakan dalam sebuah fatwa Syaikh Ibnu 'Utsaimin (semoga Allooh kasihanilah dia). Lihat Qadaaya al-Lahw wal-Tarfeeh oleh Madoon Rasheed, hal 186. Lihat juga jawaban pertanyaan no. 12.567.
Wallahu A'lam.
Islam Tanya & Jawab
[Diambil dari http://www.islamqa.com/en/ref/120806 ]

================================================================================================================================================

PERMAINAN KARTU BRIDGE


Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz



Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Kami seringkali bermain bridge
bersama rekan-rekan, dimana pemenangnya mendapat 200 riyal dari masing-masing
pemain. Apakah hal itu diharamkan dan termasuk dalam perjudian ?



Jawaban.
Permainan seperti itu adalah permainan yang diharamkan dan termasuk dalam jenis
perjudian, sedangkan perjudian adalah sesuatu yang diharamkan agama sebagaimana
firman Allah.



"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji
termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu
mendapat keberuntungan. Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan
permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamr dan berjudi
itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang. Maka berhentilah
kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)". [Al-maidah : 90-91]



Maka setiap muslim wajib menjauhi permainan seperti itu yang termasuk dalam
jenis perjudian, agar mereka mendapat kemenangan, kebaikan dan keselamatan dari
berbagai macam keburukan yang ditimbulkan oleh permainan judi sebagaimana
disebutkan dalam kedua ayat di atas.



[Kitab Ad-Dakwah Al-Fatawa, hal. 237,238 Syaikh Ibn Baz]

Sumber : http://www.almanhaj.or.id/content/1462/slash/0 
================================================================================================================================================


HUKUM BERMAIN KARTU TANPA TARUHAN



Oleh
Al-Lajnah Da'imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta.



Pertanyaan:
Al-Lajnah Da'imah Lil Buhuts Al-Ilmiah wal Ifta ditanya : Bila permainan kartu
tidak membuat lalai dari shalat dan tanpa memberi sejumlah uang (bertaruh)
apakah itu termasuk hal yang diharamkan ?



Jawaban:
Tidak boleh bermain kartu meskipun tanpa bertaruh karena pada hakikatnya
permainan tersebut membuat kita lalai untuk mengingat Allah dan melalaikan
shalat, walaupun sebagian orang menduga atau menganggap bahwa permainan itu
tidak menghalangi dzikir dan shalat. Selain itu, permainan tersebut merupakan
sarana untuk berjudi yang merupakan sesuatu yang patut diajuhi, sebagaimana
firman Allah.



"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamr, berjudi,
(berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji
termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu
mendapat keberuntungan". [Al-Maidah : 90]



Semoga Allah memberi petunjuk. Shalawat serta salam semoga dilimpahkan kepada
Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.



[Fatawa Al-Islamiyah, Al-Lajnah Ad-Da'imah 4/435]



[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar'iyyah Fi Al-Masa'il Al-Ashriyyah Min
Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisy, Edisi Indonesia
Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]

Poskan Komentar

  1. What's up every one, here every one is sharing these familiarity, therefore it's рlеasаnt
    to read this weblog, аnd I used to visit this ωеb ѕite еveгу day.


    mу webpаge; Mid Stakes Bonus

    BalasHapus
  2. Very good artiсlе. I ωill be going through many of thesе issues aѕ well.

    .

    Fеel freе tο surf to my wеblog Red Kings Poker Bonus

    BalasHapus

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buurika Fiikum....

 
Top