0
## Ia tidak Dikenal dan Tidak Terkenal di Dunia, Namun ia Terkenal dan Dikenal oleh Penduduk Langit.

## Ia tidak Dikenal dan Tidak Terkenal di Facebook dan jejaring sosial lainnya, Namun ia disebut-sebut oleh Seluruh penduduk Langit.

## Ia hanya orang Biasa, Namun ketika ia Mengangkat tangan untuk berdoa, Seluruh Alam Semesta Bergetar.

## Ia Sering dilupakan Oleh Manusia, Namun Allah dan seluruh penduduk langit tidak pernah melupakannya sedetikpun.......!!!!

====================================
Bismillah....

”Jadilah kalian yang dikenali para penghuni langit namun kalian tidak dikenal para penghuni bumi.” [Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu’anhu dari Ibrahim bin Isa, Shifatush-Shafwah, 1/415]

Apakah kita termasuk di dalamnya???

Sejenak mohon untuk dibaca dan disimak serta direnungi tulisan ini walau mungkin tidak penting untuk Anda. Saya hanya menulis apa yang hendak saya tulis. Meringkas dan mengambiil mana yang penting menurut saya untuk saya tulis di status saya kali ini. Semoga menjadi teguran bagi saya terutama, dan bagi Anda sekalian walau diri ini tidak pantas untuk bertutur ucap dalam hal menasehati Anda sekalian.....

Kepada Abdullah bin 'Umar, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Di dunia ini, hendaknya kamu berlaku seperti orang asing, atau orang yang lewat. [H.R. Bukhari, Ar Raqaiq I/233]

Abdullah bin Mubarak berkata:
"Kulihat dosa-dosa itu mematikan hati,
Membiasakannya mengakibatkan kehinaan,
Meninggalkannya adalah kehidupan bagi hati,
Selalu menjauhinya adalah yang terbaik bagi Anda."

Ia laki-laki atau wanita yang terjaga....
Ketika orang sibuk dengan facebooknya, ia justru sibuk dengan bacaanya...
Ketika orang sibuk mengobrol hingga lupa waktu, ia justru berdzikir hingga tak sadar air matanya berderai....
Ketika orang sibuk berlebihan bergaul, ia justru berkhalwat dengan Rabb nya....
Ketika orang sibuk akan dunianya, justru ia sibuk mempersiapkan bekal akhiratnya.....
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya......
Sedang mereka berdoa kepada Rabbnya dengan rasa takut dan Harap......

Ali bin al Husain pernah berkata, “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu agar Engkau tidak memperindah penampilanku pada apa yang tampak mata, dan membuat buruk rahasiaku pada apa yang tampak mata.”

Dan beliau juga berkata, ”Sesungguhnya sedekah dengan tersembunyi memadamkan kemarahan Allah”. Ini merupakan hadits yang marfu’ dari Nabi , yang diriwayatkan dari banyak sahabat, seperti Abdullah bin Ja’far, Abu Sa’id Al-Khudri, Ibnu “Abbas, Ibnu Mas’ud, Ummu Salamah, Abu Umamah, Mu’awiyah bin Haidah, dan Anas bin Malik. Berkata Syaikh Al-Albani: ”Kesimpulannya hadits ini dengan jalannya yang banyak serta syawahidnya adalah hadits yang shahih, tidak diragukan lagi. Bahkan termasuk hadits mutawatir menurut sebagian ahli hadits muta’akhirin” [As-Shohihah 4/539, hadits no. 1908].

Rasulullah bersabda: ”Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi tersebut bergoyang-goyang, maka Allah pun menciptakan gunung-gunung, kalau Allah lemparkan gunung-gunung tersebut di atas bumi maka tenanglah bumi. Maka para malaikatpun terkagum-kagum dengan penciptaan gunung, mereka berkata, ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk-Mu yang lebih kuat dari gunung?” Allah berkata, “Ada yaitu besi”. Lalu mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada dari makhluk-Mu yang lebih kuat dari besi?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu api.”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada api?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air”, mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu air” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada air?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu angin” mereka bertanya (lagi), ”Wahai Tuhan kami, apakah ada makhluk-Mu yang lebih kuat dari pada angin?”, Allah menjawab, ”Ada yaitu seorang anak Adam yang bersedekah dengan tangan kanannya lalu dia sembunyikan agar tidak diketahui tangan kirinya”. [Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnadnya 3/124 dari Anas bin Malik. Berkata Ibnu Hajar, ”Dari hadits Anas dengan sanad yang hasan marfu’” (Al-Fath 2/191) ].

Imam Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya: Zuhair bin Harb menuturkan kepadaku demikian juga Muhammad bin al-Mutsanna. Mereka semua menuturkan dari Yahya al-Qaththan. Zuhair mengatakan, Yahya bin Sa'id menuturkan kepada kami dari Ubaidillah. Dia berkata, Khubaib bin Abdurrahman mengabarkan kepadaku dari Hafsh bin ‘Ashim dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,
"Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari di saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. (salah satunya adalah)…Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak mengerti apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya…"

Berkata Abu Hazim Salamah bin Dinar. "Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan kejelekan-kejelekanmu." [Berkata Syaikh Abdul Malik Romadhoni, "Diriwayatkan oleh Al-Fasawi dalam Al-Ma’rifah wa At-Tarikh (1/679), dan Abu Nu'aim dalam Al-Hilyah (3/240), dan Ibnu 'Asakir dalam tarikh Dimasyq (22/68), dan sanadnya shohih". Lihat Sittu Duror hal. 45]

Abul Abbas al 'Atha' berkata, "Tanda-tanda wali itu ada empat macam: Menjaga rahasia antara dirinya dengan Allah, menjaga amalan anggota tubuhnya antara dirinya dengan perintah Allah, sabar dalam menghadapi siksaan antara dirinya dengan makhluk Allah, dan bergaul bersama manusia dengan keragaman akal mereka." [Shifat ash Shafwah, jilid 2, hal. 287].

Imam al Hasan al Bashri berkata, "Adakalanya seseorang sudah hafal Al Quran, sementara tetangganya tidak mengetahuinya. Adakalanya seseorang memiliki banyak pengetahuan, namun orang-orang tidak merasakannya. Adakalanya seseorang mendirikan shalat yang panjang, sementara di rumahnya ada beberapa orang tamu dan mereka tidak mengetahuinya. Kita mengenal beberapa orang yang melakukan amal shalih secara sembunyi-sembunyi selagi di dunia, namun kemudian pengaruh amalnya itu selalu tampak sepeninggalnya…" [Al Akhfiya' al Manhaj wa as Suluk, oleh Walid ibn Sa'id Bahakam].

Banyak orang yang dilupakan manusia, namun Allah subhanahu wa Ta’ala tidak melupakannya. Ini dikarenakan keikhlasan orang-orang seperti itu, yang banyak menyebut Allah secara sembunyi-sembunyi, jauh dari pandangan manusia.

Sungguh di luar sana, banyak sekali orang sholih yang ia tak dikenal, ia tak terkenal, ia tak di sebut-sebut di dunia, di facebook, di twitter, dan dimana saja di dunia ini atau di jejaring sosial manapun, namun ia sungguh sangat terkenal di seluruh penduduk langit. Ketika ia mengangkat tangannya untuk berdoa, maka begetarlah langit hingga langit ke tujuh....

Siapakah ia??? Apakah ia termasuk dari diri kita???

Semoga menjadi renungan bagi kita untuk selalu bertaqwa kepada Allah dan menjauhi hal-hal yang sia-sia hingga lupa waktu......

Dan menjadi pelipur lara bagi mereka yang selalu bersabar dalam menghadapi berbagai ujian yang menyakitkan karena selalu menyembunyikan amalan-amalan ibadahnya di hadapan manusia......

========================
Terakhir, Al Fudhoil Bin 'Iyyadh berkata,:

"Semoga Allah merahmati seseorang yang tidak ingin dirinya tenar." [Ta'thirul Anfas, 280]

Semoga bermanfaat.....


- Al Faqir ilaa Maulahu -


Abu 'Abdillah Rizwan

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top