3



** KEBIASAAN UNIK DARI KEPULAUAN SOLOMON NAMUN KEBIASAAN BURUK DALAM PENDIDIKAN DAN MUAMALAH. (Luangkan sejenak untuk membacanya, 5 menit saja)

Bismillah........ 

Ada salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk yang tinggal di sekitar kepulauan Solomon, yang letaknya di Pasifik Selatan, yakni meneriaki pohon dan mencaci makinya. 

Lantas Untuk apa mereka meneriaki dan mencaci makinya??? Kebisaan ini ternyata mereka lakukan apabila terdapat pohon dengan akar-akar yang sangat kuat dan sulit untuk dipotong dengan kapak. Kebiasaan inilah yang mereka lakukan dengan tujuan agar pohon itu mati.

Beberapa penduduk yang lebih kuat dan berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon, ia bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon akan berteriak sekuat-kuatnya kepada pohon itu sambil mengeluarkan kata-kata kasar SEOLAH MEREKA SEDANG MARAH DAN MELUAPKAN EMOSINYA KEPADA POHON TERSEBUT. Mereka lakukan teriakan itu berjam-jam, selama kurang lebih 40 hari...

Dan, apa yang terjadi sungguh menakjubkan. Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya akan mulai mengering. Setelah itu dahan-dahannya juga mulai akan rontok dan perlahan-lahan pohon itu akan mati dan dengan demikian, mudahlah untuk ditumbangkan.

Kalau kita perhatikan apa yang dilakukan oleh penduduk primitif ini sungguhlah aneh. Namun kita bisa belajar satu hal dari mereka. Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan yang dilakukan terhadap mahkluk hidup tertentu seperti pohon akan menyebabkan benda tersebut kehilangan rohnya. Akibatnya, dalam waktu panjang, makhluk hidup itu akan mati.

Nah, sekarang, apakah yang bisa kita pelajari dari kebiasaan penduduk primitif di kepulauan Solomon ini ? JELAS SANGAT BERHARGA SEKALI....!!! Yang jelas, ingatlah baik-baik bahwa setiap kali Anda berteriak kepada mahluk hidup tertentu maka psikisnya akan hanyut dan down, kepercayaan dirinya akan berkurang, jiwa dan raganya akan menjadi lemah dan tak berdaya, dan rusaklah perasaan dan hatinya. 
Pernahkah Anda berteriak dan mencaci maki orang lain atau bahkan pada anak Anda.....???

AYO CEPAT...!! DASAR LELET...!! BEGOK BANGET SIH....!!! GOBLOK....!!! HITUNGAN MUDAH BEGITU SAJA TIDAK BISA MENGERJAKAN?!!! atau yang lainnya yang semisalnya sesuai daerah masing-masing.

Atau, pernahkah Anda berteriak kepada orang tua Anda karena merasa mereka membuat Anda jengkel ??? KENAPA SIH MAKAN AJA BERCECERAN???!!!! Kenapa sih sakit sedikit aja mengeluh begitu? Kenapa sih jarak dekat aja minta diantar ? Mama, tolong nggak usah cerewet, boleh nggak? 

Atau, mungkin Anda pun berteriak balik kepada pasangan hidup Anda karena Anda merasa sakit hati? SAYA NYESAL NIKAH DENGAN ORANG SEPERTI KAMU TAHU GAK....!!!! BODOH BANGET JADI LAKI-LAKI GA BISA APA-APA...!!! DASAR WANITA BODOH....!!! BODOH SEKALI KAU INI GA BISA MASAK....!!! DASAR PEMALAS....!!! PECUNDANG....!! PENGECUT....!!! Atau yang lainnya yang semisal...

Atau, bisa seorang guru berteriak pada anak didiknya? E, tolol. Soal mudah begitu aja nggak bisa. Kapan kamu jadi pinter? Atau seorang atasan berteriak pada bawahannya saat merasa kesel? Karyawan kayak kamu tuh kalo pergi aku kagak bakal nyesel. Kerja gini nggak becus ? Ngapain gue gaji elu ?

Ingatlah ! Setiapkali Anda berteriak pada seseorang karena merasa jengkel, marah, terhina, terluka ingatlah dengan apa yang MENJADI KEBIASAAN oleh penduduk kepulauan Solomon ini.

Pelajaran berharga yang sering kita lupakan, kebanyakan dari kita. Mungkin watak kita yang keras, emosional, kaku, kasar, dll, cobalah untuk bersabar. Dan atur serta tahan nafsu kita agar tidak sampai melukai hati seseorang. Baik itu anak kita, orang tua kita, suami atau istri kita, teman kita, murid-murid kita ataupun orang lain.

Teriakan, hanya kita berikan tatkala kita bicara dengan orang yang jauh jaraknya, bukan? Nah, tahukah Anda mengapa orang yang marah dan emosional, mengunakan teriakan-teriakan padahal jarak mereka hanya beberapa belas centimeter. Mudah menjelaskannya. Pada realitanya, meskipun secara fisik mereka dekat tapi sebenarnya hati mereka begituuuu jauhnya. Itulah sebabnya mereka harus saling berteriak !

Selain itu, dengan berteriak, tanpa sadar mereka pun mulai berusaha melukai hati, ruh, jiwa dan raga pada orang yang dimarahi kerena perasaan-perasaan dendam, benci atau kemarahan yang dimiliki. Kita berteriak karena kita ingin melukai, kita ingin membalas.

Jadi mulai sekarang ingatlah selalu. Jika kita tetap ingin hati orang yang kita sayangi itu tetap tumbuh dengan baik, dan tidak merusak psikisnya serta melukai perasaannya dan melemahkan kepercayaan dirinya, janganlah berteria atau mencaci makinya/merendahkannya. ucapkanlah kata-kata yang baik dan sopan. terlebih jika di ajari sejak dini berupa kata-kata yang ahsan/bagus lemah lembut, atau memperdengarkan anak-anak kita bacaan Al Quran dan hadits serta menyuruh mereka untuk menghafalnya.

Hanya ada 2 kemungkinan balasan yang akan Anda terima. Anda akan semakin dijauhi. Ataupun Anda akan mendapatkan teriakan balik, sebagai balasannya..

Sungguh Islam telah mengatur semua ini di dalam syariatnya. dalam bermuamalah kepada sesama manusia. Dalam memenuhi hak dan kewajiban baik anak, istri, orangtua, masyarakat, sesama muslim, non muslim, bahkan bagi diri sendiri. Dan bagaimana cara mendidik anak yang baik sudah banyak tauladan dari Rasulullah dan para Salaf terdahulu ataupun orang-orang sholih di sekitar kita yang sukses dalam mendidik tanpa keluar dari koridor syariat ISLAM..... 

MAKA PIKIRKANLAH. JIKA POHON BESAR YANG TAK MEMILIKI HATI DAN PERASAAN SAJA BISA MATI, BAGAIMANA DENGAN MANUSIA YANG MEMILIKI HATI DAN PERASAAN????

Semoga bermanfaat bagi kita semua dan menjadi pertimbagan dalam bermuamalah dan mendidik generasi Rabbani, penerus Agama dan bangsa..... Nas'alullaaha lanaa wa lakum......

Sumber: SIlahkan anda check sendiri di google dengan Keywords "Kepulauan Solomon" atau "Pohon di kepulauan Solomon"



Penyusun,
Al Faqir Ilaa Maulahu

Abu 'Abdillah Rizwan

Post Comment

Poskan Komentar

  1. Bagus konten yg anda tampilkan. Coba itu kata yg merupakan bahasa asing dibuat italic ya, dimiringkan.. Ini bahasa kasarnya aduh coba di pilih yang paling ringan atau setidaknya ada yg disensor. Ya itu dulu komentarnya,overall sudah bagus, tinggal teknisnya saja. #gayadosenpembimbing :p

    BalasHapus
  2. Bagus konten yg anda tampilkan. Coba itu kata yg merupakan bahasa asing dibuat italic ya, dimiringkan.. Ini bahasa kasarnya aduh coba di pilih yang paling ringan atau setidaknya ada yg disensor. Ya itu dulu komentarnya,overall sudah bagus, tinggal teknisnya saja. #gayadosenpembimbing :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahhh.... na'am, jazakallahu khoiro untuk Krisna Perbowo, insya Allah ke depan akan saya koreksi lagi untuk bahasa asing di cetak miring, hehe maklum, penulis amatiran....

      Wah, kayaknya kenal nih, siapa ya???

      Hapus

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top