0

 Ana jadi inget ketika ada seorang syaikh datang ke Ponpes Imam Bukhari Solo, ada seorang mahasiswa (bukan penulis) datang mengikuti muhadhorohnya, lalu seketika ia dipanggil menghadap kemudian ditanyakan dengan bahasa Arab yang artinya "Kamu saat ini belajar dimana wahai pemuda?",

Dengan wajah pucat dan bingung si anak bingung tidak bisa menjawab karena ia belum bisa bahasa Arab, kemudian di situ ada seorang u
stadz yang menerjemahkannya. lantas Mahasiswa itu menjawab, "Saya kuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta". Dan jawabannya juga diterjemahkan oleh ustadz tersebut.

Sontak sang Syaikh kaget dan menjawab, "Masya Allah.... Barakallahu fiikum..... Sungguh engkau memilih tempat belajar yang tepat."

Sang ustadz malah tersenyum lebar, karena sang syaikh memahami bahwa Muhammadiyah dalam singkatan UMS bermakna Pengikut Muhammad Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kemudian dijelaskan oleh ustadz tersebut bahwa yang dimaksud dari Muhammadiyah itu adalah organisasi resmi di Indonesia yang memiliki berbagai lembaga pendidikan. kemudian baru faham dan melanjutkan berkata yang artinya, "Tidak masalah, karena umat Muslim semuanya adalah pengikut Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam. Bersemangatlah dan istiqomahlah menuntut Ilmu Agama."

Subhanallah..... Perkataan syaikh yang sangat dalam maknanya. Beliau berdakwah dengan sangat hikmah tidak menyalahkan suatu organisasi ataupun yang belajar di dalamnya. Apakah kita seperti itu wahai ikhwah???

Ingatlah, seorang muslim itu selalu memberi udzur kepada saudaranya.

Ja'far Bin muhammad Rahimahullahu berkata : ''Apabila sampai kepadamu dari saudaramu sesuatu yang kamu ingkari, maka berilah ia sebuah udzur sampai 70 udzur. bila kamu tidak mendapatkan udur, maka katakanlah : '' Barangkali ia mempunyai udzur yang aku tidak ketahui. ''[HR.Al-Baihaqi dalam Syu'abul iman 8344]


Abdullaah Bin Muhammad Bin Munazil berkata : '' Mukmin adalah yang selalu memberi udzur kepada saudaranya, sedangkan munafiq adalah yang selalu mencari-cari kesalahan saudaranya. '' [HR. Abu Abirrahman As-Sulami dalam Adab Ash-Shuhbah]

Na'am, saya tetap bangga menjadi bagian dari Muhammadiyah, Saya bangga belajar di Universitas Muhammadiyah, dan saya bangga menjadi PEMUDA MUHAMMADIYAH (Seperti yang dipahami oleh Syaikh tersebut)

Nhah postingan saya kali ini, saya ambil dari pada Status saya di Facebook. Semoga bermanfaat     
Postingan asli : https://www.facebook.com/Rizqianto/posts/3171656509041?notif_t=like

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top