0
Bismillah.... Tentu kita semua masing-masing punya aib. yang mungkin sudah kita tinggalkan atau disimpan untuk diambil hikmahnya atau mungkin diceritakan kepada orang lain yang telah kita percaya.... Tak heran bahwa banyak cerita dimana orang kepercayaan kita tersebut justru membuka 'aib-aib kita itu. Mari kita selami hikmah demi hikmah dari Hadits Rasulullah sebelum kita mau membuka aib orang lain. semoga kita termasuk di antara hamba-hamba Allah yang suka bertaubat.

Suatu hari Rasulullah naik ke atas mimbar dan menyeru dengan suara yang tinggi, "Janganlah kalian menyakiti kaum Muslim, janganlah menjelekkan mereka, janganlah mencari-cari aib mereka. Karena orang yang suka mencari-cari aib saudara sesama Muslim, Allah akan mencari-cari aibnya. Dan, siapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Allah akan membongkarnya walaupun ia berada di tengah tempat tinggalnya." [dari Abdullah bin 'Umar]

Rasulullah bersabda, "Tidaklah Allah menutup aib seorang hamba di dunia, melainkan nanti di hari kiamat Allah juga akan menutup aibnya"

Umar bin Khattab berpesan, "Hisablah dirimu sebelum diri kamu sendiri dihisab, dan timbanglah amal perbuatanmu sebelum perbuatanmu ditimbang."

Ada yang SUKA buka aib-aib orang lain??? ^_^

Selagi mampu membaca tulisan saya ini, lengkapi bacaan Anda dengan merenungi hadits Arba'in An Nawawi ke 29 berikut:

Dari Mu’az bin Jabal radhiallahuanhu dia berkata : Saya berkata : Ya Rasulullah, beritahukan saya tentang perbuatan yang dapat memasukkan saya ke dalam surga dan menjauhkan saya dari neraka, beliau bersabda: Engkau telah bertanya tentang sesuatu yang besar, dan perkara tersebut mudah bagi mereka yang dimudahkan Allah ta’ala, : Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya sedikitpun, menegakkan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji.

Kemudian beliau (Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda: Maukah engkau aku beritahukan tentang pintu-pintu surga ?; Puasa adalah benteng, Sodaqoh akan mematikan (menghapus) kesalahan sebagaimana air mematikan api, dan shalatnya seseorang di tengah malam (qiyamullail), kemudian beliau membacakan ayat (yang artinya) : “ Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya….”.

Kemudian beliau bersabda: Maukah kalian aku beritahukan pokok dari segala perkara, tiangnya dan puncaknya ?, aku menjawab : Mau ya Nabi Allah. Pokok perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah Jihad.

Kemudian beliau bersabda : Maukah kalian aku beritahukan sesuatu (yang jika kalian laksanakan) kalian dapat memiliki semua itu ?, saya berkata : Mau ya Rasulullah. Maka Rasulullah memegang lisannya lalu bersabda: Jagalah ini (dari perkataan kotor/buruk). Saya berkata: Ya Nabi Allah, apakah kita akan dihukum juga atas apa yang kita bicarakan ?, beliau bersabda: Ah kamu ini, adakah yang menyebabkan seseorang terjungkel wajahnya di neraka –atau sabda beliau : diatas hidungnya- selain buah dari yang diucapkan oleh lisan-lisan mereka. [Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih]

Jadi, AKU MEMPERCAYAIMU KAWAN, JIKA KAU TAK TAKUT ANCAMAN-ANCAMAN ALLAH DAN ADZAB NERAKA, SILAHKAN BUKA AIB-AIBKU.......


Penulis,

Mahasiswa Muslim


Abu 'Abdillah Rizwan

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top