0
Pernah suatu ketika saya bertanya, mana yang didahulukan antara Menghafal Al Quran dan menuntut 'ilmu syar'i??? Sejak saat itu pula saya berfikir, sedang saya bukan seorang anak kecil lagi yang mudah dalam menghafal al Quran, sedang orang-orang sekitar saya membutuhkan ajakan kepada al Haq melalui dakwah, seperti orangtua, saudara, keluarga, teman-teman, dan tetangga-tetangga. Semoga artikel kali ini bisa memberikan gambaran kepada antum semua.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah pernah ditanya, “Manakah yang lebih 
afdhol, mempelajari Al Qur’an ataukah menuntut ilmu (syar’i)?”
Jawaban beliau rahimahullah, “Ilmu yang wajib dipelajari setiap muslim adalah ilmu yang berisi perintah Allah dan larangan-Nya. Mempelajari ilmu semacam ini lebih didahulukan dari menghafalkan Al Qur’an yang tidak wajib. Mempelajari ilmu semacam tadi itu wajib sedangkan menghafalkan Al Qur’an ketika itu dihukumi sunnah. Dan sekali lagi, yang wajib lebih didahulukan dari ilmu yang sunnah.
Adapun menghafal Al Qur’an, maka itu didahulukan dari ilmu lainnya baik ilmu yang bathil atau ilmu yang sedikit manfaatnya. Menghafal Qur’an juga lebih didahulukan dari mempelajari ilmu ushul (pokok) dan furu’ (cabang). Untuk waktu saat ini, lebih baik mendahulukan menghafal Al Qur’an karena Qur’an adalah ushul setiap ilmu. Berbeda dengan yang dilakukan oleh kebanyakan ahli bid’ah dari kalangan non Arab dan selainnya di mana mereka lebih menyibukkan diri dengan ilmu yang tidak manfaat semacam banyak omongan, banyak berdebat, membahas masalah khilaf (perselisihan pendapat), ilmu furu’ yang tidak urgent dikaji, masalah taklid yang tidak perlu dibahas, atau membahas hadits ghorib (yang tidak shahih dan tidak ada manfaat untuk dikaji), begitu pula dengan ilmu matematika yang tidak bisa dijadikan hujjah yang kuat. Hal ini dilakukan sampai meninggalkan menghafal Al Qur’an, padahal Al Qur’an lebih penting dari semua ilmu tersebut.
Dan perlu sekali masalah ini didetailkan. Yang dituntut dari Al Qur’an adalah memahami maknanya dan mengamalkan isinya. Jika tujuannya menghafalnya bukanlah untuk maksud tersebut, maka tentu ia bukan seorang yang berilmu atau ulama. Wallahu subhanahu a’lam.(Al Majmu’ Al Fatawa, 23: 54-55)

Semoga dengan artikel kali ini memberikan gambaran kepada antum bahwa menghafal al Quran bukan hanya sekedar menghafal saja namun juga dituntut untuk memahami maknanya dan mengamalkan isinya. Namun ada yang lebih penting dan lebih wajib daripada sekedar menghafal Al Quran saja, yaitu menuntut ilmu. Sudah dijelaskan dalam Majum; Fatawa di Atas.

Menuntut Ilmu wajib, bukan berarti kita meninggalkan untuk tidak menghafal Al Quran, mempelajari, memahami dan mengamalkan isinya. Mungkin sangat sulit untuk kita yang sudah berumur untuk melakukannya, tapi yakinlah bahwa kita pasti bisa. Namun untuk anak-anak yang masih kecil, utamakan untuk menghafal Al Quran, karena hafalan seorang anak kecil itu seperti mengukir di atas batu, walau mungkin suatu saat akan lupa, namun ketika ia untuk memuroja'ahnya lagi pasti ia akan mudah mengingatnya... Insya Allah.......

Semoga Bermanfaat apa yang saya tulis kali ini di dalam postingan blog pribadi saya. Jika ada kesalahan maka itu datangnya dari saya sendiri, namun jika itu mendatangkan manfaat dan kebenaran, maka datangnya semata-mata dari Allah Subhaanahu Wa Ta'ala....

Nas'alullahal 'Afiyah lanaa wa lakum....


Masjid Al Karim Banaran, Pabelan, Kartasura, 09 Oktober 2012

Penulis,
Al Faqir Ilaa Maulahu

Abu 'Abdillah Rizwan

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top