0

Di rumah itu kita berpijak. Di rumah itu pula kita menjadikan semua impian dalam naungan islam menjadi kenyataan. Biarlah diriku yang mencari nafkah wahai istriku, dan cukupkan dirimu menjaga harta keluarga kita. Memang benar wahai istriku, "Wanita sangat sulit untuk menjaga harta, namun karena harta pula wanita sering lupa hingga ia bisa menyepelekan suaminya". 

Cukupkan dirimu berada di dalam r
umah. Jagalah harta, anak dan aib kita. Isilah rumah dengan cahaya dari suara lembutmu dalam melantunkan ayat al Quran. Penuhilah rumah dengan tangisanmu dalam mencurahkan doa. Dan berdoalah selalu untuk diriku agar aku tak lalai dari mengingat Allah ketika aku berada di luar rumah jauh dari sisimu. 

Namun percayalah wahai istriku, percayalah padaku bahwa aku akan sangat merindukanmu. Dan ku harapkan keridhaanmu dalam setiap langkah kakiku mencari nafkah, ucapanku dalam berdakwah, tingkah lakuku dalam menegakkan sunnah, dan menapaki jalan menuju jannah walau anak-anak kita dan dirimu sebagai istri merupakan fitnah bagiku. 

اللهم إني أعوذبك من فتنة المضللة
"Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung dari fitnah yang menyesatkan"

"(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang. Orang yang tidak dilalai-kan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang (hari Kiamat). (Mereka melakukan itu) agar Allah memberi balasan kepada mereka dengan yang lebih baik daripada apa yang telah mereka kerjakan, dan agar Dia menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki tanpa batas." [An-Nuur: 36-38]

Teruntuk Istriku......
Bersabarlah.........
Jadikan rumah ini surga bagi kita.........


Penulis,
Abu 'Abdillah Rizwan

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top