2
** KUMPULAN FATWA  SYI'AH **
Konfirmasi hal ini terhadap kitab-kitab karya ulama' mereka. (Alias sudah ada sumber dari kitab mereka sendiri)

1. SYI'AH MEMBOLEHKAN ISTRI SELINGKUH

Ulama' Syi'ah berfatwa :
يجوز للمتزوجة ان تتمتع من غير أذن زوجها ، وفي حال كان بأذن زوجها فأن نسبة الأجر أقل ،
شرط وجوب النية انه خالصاً لوجه الله
( ٤٣٢/١٢ فتاوى )

diperbolehkan bagi seorang wanita yang sudah menikah untuk bersenang-senang dengan lelaki lain tanpa seizin suaminya, dan (kalau) dalam keadaan diizinkan suaminya maka pahalanya berkurang.
syarat wajib niat adalah ikhlas hanya karena mengharapkan wajah Allah
[fatawa 12/432]
======================

2. SYI'AH MEMBOLEHKAN MENYETUBUHI BAYI
 
Khumaini berkata: "Semua bentuk menikmati, seperti meraba dengan penuh syahwat, memeluk, dan adu paha boleh walaupun dengan bayi yang sedang menyusui." (Tahrirul Wasilah 2/216)
Alkhui: Ia (Alkhui) memperbolehkan seorang laki-laki memegang- megang atau bermain dengan aurat laki-laki lain atau wanita bermain dengan alat kelamin wanita lain bila sebatas gurau dan canda sebatas tidak menimbulkan syahwat (Sirotunnajah Fi Ajwibatil Istifta’at jilid 3)
======================

3. KENCING DAN KOTORAN IMAM SYI'AH MENYEBABKAN MASUK SURGA
 
Kotoran dan air kencing para imam bukan sesuatu yang menjijikkan dan tidak berbau busuk, bahkan keduanya bagaikan misik yang semerbak. Barang siapa yang meminum kencing, darah dan memakan kotoran mereka maka haram masuk neraka dan wajib masuk surga. (Anwarul Wilayat Liayatillah Al Akhun Mulla Zaenal Abiding Al Kalba Yakani: th 1419 halaman 440)
======================

4. KENTUT DARI IMAM BAGAIKAN BAU MISIK
 
Abu Jafar berkata: "Ciri-ciri Imam ada 10:
- Dilahirkan sudah dalam keadaan berkhitan.
- Begitu menginjakkan kaki di bumi ia mengumandangkan dua
kalimat syahadat.
- Tidak pernah junub.
- Matanya tidur hatinya terbangun.
- Tidak pernah menguap
- Melihat apa yang di belakangnya seperti melihat apa yang di
depannya.
- Bau kentut dan kotorannya bagaikan misik."
(Al Kaafi 1/319, Kitabul Hujjah Bab" Maulidul Aimmah)
======================

5. SYI'AH MEMBOLEH MEMINJAMKAN ISTRI
 
Diriwayatkan oleh Thusi dari Muhamad bin Abi Jafar berkata: "Dihalalkan bagi saudaranya farji istri-istrinya." Ia berkata: "Boleh-boleh saja, boleh bagi temannya seperti boleh bagi suami terhadap istri sendiri." (Kitabul Istibhsor 3/136)
======================

6. MENSODOMI ISTRI PADA DUBURNYA TIDAK MEMBATALKAN PUASA
 
Dari Muhammad bin Ahmad, dari Ahmad bin Muhammad, dari Ali bin Al-Hakam, dari seorang laki-laki, dari Abu Abdillah ‘Alaihis salam berkata: “Jika seorang laki-laki mendatangi isterinya melalui duburnya, sedangkan isterinya saat itu sedang berpuasa, maka hal itu tidak membatalkan puasanya, dan tidak wajib mandi baginya.”
(Al-Kafi, 4578) dan (At-Tahdzib, 4/319, no. 977)
======================

7. BATASAN AURAT MENURUT SYI'AH
 
Karaki berkata bila kamu menutup kemaluanmu maka benar-benar telah menutup aurat (Al Kaafi 6/501 Tahdzibul Ahkam 1/ 374), sedangkan pantat, yang diangap aurat adalah lobang dubur, bukan dua pantat, dan paha juga bukan termasuk aurat.

Shodiq AS berkata “paha tidak termasuk aurat”, bahkan Imam AL Baqir As telah mengecat auratnya dan membalut lubang kemaluannya (Jamial Maqosid Lilkaraki 2 / 94. Al Mu’tabar karangan Al Hulli 1 / 222 Muntaha Tolab 1/39, Tahrirul Ahkam1/202,semuanya karangan Al Hulli Madarikul Ahkam 3/191)

Abu Hasan Al Madhi : “bahwa aurat itu hanya ada dua yaitu lubang depan dan lubang belakang, lubang belakang sudah ditutup oleh pantat, apabila kamu telah menutup keduanya maka berarti telah menutup auratnya, karena selain itu bukan tempat najis, maka bukanlah aurat, seperti betis”.( Al Kaafi 6 / 51, Tahzibul Ahkam 1/374 Wasa’ilusyiah 1/365 Muntaha Tholab 4/269 Al Khilaf karangan Tusi 1/396).

Dari Abu Abdullah As berkata: “ paha tidak termasuk aurat” (Tahdhibul Ahkam 1/ 374, Wasa’ilusyiah jilid 1 hal 365).
=======================

8. DIPERBOLEHKAN MELIHAT KELAMIN BANCI DARI KACA
 
Diperbolehkan melihat kelamin banci mana yang lebih menonjol untuk kepentingan warisan, mereka berkata ia boleh melihat dengan kaca , yang dilihat adalah bayangan , bukan kemaluannya. (Al Kaafi 7-158).
=======================

9. DIPERBOLEHKAN MELIHAT AURAT WANITA YANG DIBUKANYA SENDIRI
 
Muhammad Husein Fadhlullah berkata : Seandainya wanita-wanita itu telah terbiasa keluar dengan berpakaian renang maka diperbolehkan melihatnya. Sama juga halnya melihat aurat yang dibuka sendiri oleh si perempuan, seperti di nude club atau kolam renang, pantai dan sebagainya. (Kitab Anikah juz 1 hal 66)

Post Comment

Poskan Komentar

  1. betul2 lari dari alqu'an....

    BalasHapus
  2. itu semua atas perintah syaiton. luar biasa syaiton dengan kemampuannya membuat maksiat, jalan ke neraka seakan-akan petunjuk ke surga. dan hebatnya lagi syaiton juga melek IT....luar bias

    BalasHapus

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top