0

»Gila Pujian«

Ibnu 'Atho' dalam hikam-nya. Beliau berkata, "Ketahuilah bahwa manusia biasa memujimu karena itulah yang mereka lihat secara lahir darimu. Seharusnya engkau menjadikan dirimu itu cambuk dari pujian tersebut. Karena ingatlah orang yang paling bodoh adalah yang dirinya itu yakin akan pujian manusia padahal ia yakin akan kekurangan dirinya."

Lihatlah bagaimana Ibnu Mas'ud, sahabat yang mulia, namun masih menganggap dirinya itu penuh 'aib. Ibnu Mas'ud pernah berkata, "Jika kalian mengetahui 'aibku, tentu tidak ada dua orang dari kalian yang akan mengikutiku".

[Ta'thirul Anfas min Haditsil Ikhlas, Sayid bin Husain Al 'Afani, terbitan Darul 'Afani, cetakan pertama, 1421 H, hal. 317]
=============

»Bahaya suka memuji«

Abu Musa berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendengar seorang pria berlebih-lebihan dalam memuji seorang. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda,

ﺃﻫﻠﻜﺘﻢ- ﺃﻭ ﻗﻄﻌﺘﻢ ﻇﻬﺮ - ﺍﻟﺮﺟﻞ
”Kalian telah membinasakan atau mematahkan punggung orang itu.” (Shahih): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 54-Bab Maa Yukrohu Minat Tamaduh. Muslim: 53-Kitab Az Zuhd, hal. 67]

Dari Ibrahim At Taimiy dari ayahnya, ia berkata, "Kami duduk bersama Umar [ibnul Khaththab radliallahu 'anhu]. Lalu ada seorang pria memuji orang lain yang berada di hadapannya. Umar lalu berkata,

ﻋﻘﺮﺕ ﺍﻟﺮﺟﻞ، ﻋﻘﺮﻙ ﺍﻟﻠﻪ
"Engkau telah menyembelih orang itu, semoga اَللّهُ menyembelihmu.” (Hasan secara sanad)

’Umar bin AL Khoththob berkata,

ﺍﻟﻤﺪﺡ ﺫﺑﺢ
"Pujian itu adalah penyembelihan.” (Shahih secara sanad)

[Shohih Al Adabul Mufrod Imam Bukhari]

Masihkah kita gila pujian dan suka memuji...???? Semoga Allah memberikan taufiqNya kepada kita semua agar tidak termasuk dari orang yang Gila pujian dan suka mengumbar pujian. Aamiin....



Ditulis Ulang Oleh :
Al Faqir Ilaa Mawlahu


Abu 'Abdillah Rizwan

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top