0
Larangan Mengejek Cadar

Haram hukumnya menghina/mengolok-olok muslimah yg memakai cadar, misalnya mengatakan: seperti hantu, setan, ninja, teroris, tenda berjalan, ekstrimis, aliran sesat, wahabi, dll. Alasan terlarangnya mengejek cadar yaitu:
- dilarang mengolok-olok sesama muslim
- menghormati perbedaan ijtihad sesama muslim
- dilarang menyakiti hati sesama muslim, apalagi orang tersebut tidak menyakiti kita
- berprasangka baik kpd sesama muslim
- memakai cadar banyak manfaatnya,
- para istri Rasulullah menutupi wajahnya (dan mereka adalah teladan bagi muslimah) , sehingga jika mengejek cadar sama saja mengejek para istri Rasulullah
- banyak dalil2 yg menguatkan dianjurkannya bercadar, meski hukumnya tidak wajib tetapi sunnah
- sejak zaman dahulu kala banyak ulama yg menganjurkan wanita bercadar
- cadar bukan sekedar budaya arab,
- banyak wanita shalihah sejak zaman nabi sampai zaman ini yang bercadar

Sungguh menyedihkan sekali, di masyarakat banyak yg meniru cara/model berpakaian kaum non muslim (eropa, jepang, korea, dll) namun didiamkan saja,
Tetapi yg meniru cara/model berpakaian istri nabi, atau orang arab (yg sesuai syariat) malah diolok-olok.


================================


Menutup wajah bagi wanita (bercadar, dll) saat terlihat pria yang bukan mahromnya merupakan perbuatan yang dianjurkan dan banyak manfaatnya (meski hukumnya sunnah, bukan wajib menurut sebagian ulama). Manfaat bagi wanita adalah lebih aman dari kejahatan. Manfaat bagi pria adalah membantu menjaga kebersihan hati mereka dan menghilangkan keinginan2 buruk/jahat.

Semakin cantik/menarik wajah seorang wanita maka semakin dianjurkan untuk ditutupi saat terlihat pria yg bukan mahromnya. Jika berada pada lingkungan yg rawan fitnah atau khawatir timbul fitnah, atau banyak kasus kejahatan kepada wanita, maka juga semakin dianjurkan menutup wajahnya.

Wajah wanita adalah pusat kecantikan wanita, dan lebih menggoda pria daripada rambut, tangan, leher, ataupun kaki.
Jika rambut, tangan, leher, dan kaki wajib ditutupi agar tidak menggoda maka menutup wajah juga merupakan hal yg logis agar tidak membuat pria tergoda (meski hukum menutup wajah tidak sampai wajib menurut sebagian ulama, namun sunnah).

Hanya dengan melihat wajah seorang wanita saja, seorang pria bisa tergoda, terpesona, jatuh cinta, bernafsu, terbayang siang malam, jantungnya berdebar-debar, tergila-gila, bahkan bisa saja berniat jahat kepada wanita tersebut, (EFEK MELIHAT WAJAH JAUH LEBIH DAHSYAT DARIPADA EFEK MELIHAT RAMBUT, LEHER, LENGAN TANGAN, BETIS, TELAPAK KAKI).

Seorang wanita bisa saja menjadi korban kejahatan pria-pria jahat hanya gara-gara pria tersebut melihat wajahnya.
karena itulah menutup wajah bagi wanita merupakan hal terpuji dan mulia serta logis, dan bermanfaat bagi dirinya maupun bagi para pria yang melihatnya.

Sebagai catatan, seandainya wanita tidak menutup wajah pun sebenarnya pria diperintahkan menundukkan pandangannya:

“Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30 )

“Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)

=======================


* Al Allamah Ibnu Najiim berkata:
“Para ulama madzhab kami berkata bahwa terlarang bagi wanita muda untuk menampakkan wajahnya di hadapan para lelaki di zaman kita ini, karena dikhawatirkan menimbulkan fitnah” (Al Bahr Ar Raaiq, 284)

Beliau berkata demikian di zaman beliau, yaitu beliau wafat pada tahun 970 H, bagaimana dengan zaman kita sekarang? TENTU LEBIH DAHSYAT FITNAHNYA.....

Al Allamah Ibnu Abidin berkata:
“Terlarang bagi wanita menampakan wajahnya karena khawatir akan dilihat oleh para lelaki, kemudian timbullah fitnah. Karena jika wajah dinampakkan, terkadang lelaki melihatnya dengan syahwat” (Hasyiah ‘Alad Durr Al Mukhtaar, 3/188-189)

* Al Qurthubi berkata:
“Ibnu Juwaiz Mandad – ia adalah ulama besar Maliki – berkata: Jika seorang wanita itu cantik dan khawatir wajahnya dan telapak tangannya menimbulkan fitnah, hendaknya ia menutup wajahnya. Jika ia wanita tua atau wajahnya jelek, boleh baginya menampakkan wajahnya” (Tafsir Al Qurthubi, 12/229)

* Al Hathab berkata:
“Ketahuilah, jika dikhawatirkan terjadi fitnah maka wanita wajib menutup wajah dan telapak tangannya. Ini dikatakan oleh Al Qadhi Abdul Wahhab, juga dinukil oleh Syaikh Ahmad Zarruq dalam Syarhur Risaalah. Dan inilah pendapat yang lebih tepat” (Mawahib Jaliil, 499)

* Al Allamah Al Banaani menyatakan
"Syaikh Zarruq dalam kitab Syarhul Waghlisiyyah merinci, jika cantik maka wajib, jika tidak cantik maka sunnah” (Hasyiyah ‘Ala Syarh Az Zarqaani, 176)


=============


Mungkin banyak yg bertanya: jika bercadar maka bagaimana bisa dikenali?

Jawaban:

dikenali oleh siapa? oleh para lelaki yg bukan mahrom saat diluar rumah? oleh para penjahat? hal itu bukan hal penting, bahkan bisa menimbulkan fitnah/bahaya. Jadi lebih baik kalau tidak dikenali.

Jika dgn sesama wanita maka juga sama, apakah penting saat dijalan untuk dikenali oleh setiap wanita yg kenal kita? tentu tidak.

Jika ditempat yg hanya ada wanita dan tidak terlihat pria yg bukan mahrom maka wanita boleh membuka wajahnya, jadi tidak masalah.

Jika janjian bertemu dgn sesama wanita di tempat umum maka bisa dikenali lewat model bajunya, suaranya, atau ciri-ciri lain dan bisa memberitahu dengan HP/sms.

Jika dlm kondisi darurat/penting dimana diperlukan membuka wajah maka boleh saja wanita membuka wajahnya dihadapan pria.

Jadi wajah tidak ditutup setiap saat, juga tidak dibuka setiap saat. Namun ditutup saat terlihat pria yg bukan mahrom tanpa ada kepentingan yg mendesak/urgen.

Dan sesama wanita juga bisa mengenali identitas teman dekatnya yg bercadar dari berbagai ciri seperti postur tubuhnya, model/warna bajunya, suaranya, dll.

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top