0
Memusuhi cadar berarti memusuhi islam

Para ulama sepakat bahwasanya wajib bagi istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam untuk menutup wajah dan kedua telapak tangan mereka saat keluar rumah. Jadi kalau mengolok-olok yg bercadar dgn mengatakan ninja, hantu, dll, sama saja dgn mengolok-olok para istri nabi. Para istri nabi tentu merupakan teladan bagi kaum muslimah. Dan muslimah yg bercadar berarti meneladani para istri nabi.

Sungguh menyedihkan sekali, di masyarakat banyak yg meniru cara berpakaian kaum non muslim (eropa, jepang, korea, dll) namun didiamkan saja, sedangkan yg meniru cara berpakaian istri nabi, atau orang arab (yg sesuai syariat) namun malah diolok-olok.

Semakin cantik/menarik wajah seorang wanita maka semakin dianjurkan memakai cadar saat terlihat pria yang bukan mahromnya.

Saat berada di lingkungan yang rawan bahaya/fitnah dan banyak pria yg tidak taat agama, tidak menundukkan pandangannya, juga semakin dianjurkan para wanita untuk memakai cadar (menutup wajahnya).

Bagi yg berpendapat hukum cadar tidak wajib, dilarang menghina/mengolok-olok yg memakai cadar karena:
- dilarang mengolok-olok sesama muslim
- menghormati perbedaan ijtihad
- harus berprasangka baik kpd sesama muslim
- memakai cadar banyak manfaatnya
- para istri nabi menutupi wajahnya (dan istri nabi adalah teladan bagi muslimah)
- banyak dalil2 yg menguatkan disyariatkannya bercadar
- cadar bukan sekedar budaya arab,


Mungkin banyak yg bertanya: jika bercadar maka bagaimana bisa dikenali?

Jawaban:

dikenali oleh siapa? oleh para lelaki yg bukan mahrom saat diluar rumah? oleh para penjahat? hal itu bukan hal penting, bahkan bisa menimbulkan fitnah/bahaya. Jadi lebih baik kalau tidak dikenali.

Jika dgn sesama wanita maka juga sama, apakah penting saat dijalan untuk dikenali oleh setiap wanita yg kenal kita? tentu tidak.

Jika ditempat yg hanya ada wanita dan tidak terlihat pria yg bukan mahrom maka wanita boleh membuka wajahnya, jadi tidak masalah.

Jika janjian bertemu dgn sesama wanita di tempat umum maka bisa dikenali lewat model bajunya, suaranya, atau ciri-ciri lain dan bisa memberitahu dengan HP/sms.

Jika dlm kondisi darurat/penting maka boleh saja wanita membuka wajahnya dihadapan pria.

Jadi wajah tidak ditutup setiap saat, juga tidak dibuka setiap saat. Namun ditutup saat terlihat pria yg bukan mahrom tanpa ada kepentingan yg mendesak/urgen.

Dan sesama wanita juga bisa mengenali identitas teman dekatnya yg bercadar dari berbagai ciri seperti postur tubuhnya, model/warna bajunya, suaranya, dll.

=============================

Hukum Cadar: Kesimpulan Antara 2 Pendapat (oleh ustadz kholid syamhudi lc)

1. Wanita menutup wajahnya bukanlah sesuatu yang aneh di zaman kenabian. Karena hal itu dilakukan oleh ummahatul mukminin (para istri Rasulullah) dan sebagian sahabiyyat (para wanita sahabat). Sehingga merupakan sesuatu yang disyari’atkan dan keutamaan.

2. Membuka wajah juga dilakukan oleh sebagian sahabiyyat. Bahkan hingga akhir masa kehidupan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, dan berlanjut pada perbuatan wanita-wanita pada zaman setelahnya.

3. Seorang muslim tidak boleh merendahkan wanita yang menutup wajahnya dan tidak boleh menganggapnya berlebihan.


4. Dalil-dalil yang disebutkan para ulama yang mewajibkan cadar begitu kuat; menunjukkan kewajiban wanita untuk berhijab (menutupi diri dari laki-laki) dan berjilbab serta menutupi perhiasannya secara umum. Dalil-dalil yang disebutkan para ulama yang tidak mewajibkan cadar begitu kuat; menunjukkan bahwa wajah dan telapak tangan wanita bukan aurat yang wajib ditutup.
 

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top