0
Arthur Koestler The Thirteenth Tribe foto www.darkmoon.me
Selama ini kita mengenal ada 12 suku bangsa Yahudi yang berasal dari keturunan Nabi Jacob / Ya'qub (Israel). Dulu Jacob membagi tanah Canaan (Palestina) untuk ke 12 anaknya yaitu:
1. Reuben,                                  7. Dan,
2. Simeon,                                  8. Naphtali,
3. Levi,                                       9. Issachar,
4. Judah,                                    10. Zebulun,
5. Gad,                                       11. Joseph (Yusuf),
6. Asher,                                    12. Benyamin.


(Hal ini sudah di Jelaskan dalam Al Quran Surat Yusuf. Kita sebagai orang ISLAM, pasti sudah sering mendengar akan kisah Nabi Yusuf. Silahkan baca lagi terjemahan daripada Surat Yusuf.)

Tapi Levi dan Joseph (Nabi Yusuf) tidak mendapat pembagian tanah itu karena Levi memegang jabatan pendeta tertinggi dan pendeta tidak berhak atas tanah. Sementara bagian untuk Joseph (Yusuf) diwariskan pada kedua anaknya Mannaseh dan Ephraim. Jadi keduabelas anak yang dapat bagian tanah Palestina itu adalah : Reuben, Simeon, Judah, Gad, Asher, Dan, Naphtali, Issachar, Zebulun, Mannaseh, Epraihm dan Benyamin (13, karena untuk Joseph diberikan kepada kedua anaknya yaitu Mannaseh dan Epraihm). Keduabelas turunan Nabi Jacob inilah yang dikenal sebagai 12 suku Israel dan menjadi  nenek moyang bangsa Yahudi.

Ketika Palestina diserang oleh bangsa Assyria, konon hanya 2 suku (Judah dan Benyamin) yang bertahan dari serangan itu. Sementara 10 suku lainnya (Reuben, Simeon, Isaschar, Zebulon, Gad, Asher, Dan, Naptali, Mennaseh, Epraihm) dianggap musnah. Mungkin 10 suku yang tercerai berai karena serangan itu ada yang selamat dan bertahan hidup tapi keberadaan ke 10 suku yang hilang itu hingga saat ini masih menjadi misteri. Pada masa pendudukan Romawi di Palestina, sebagian besar bangsa Yahudi yang tersisa berdiaspora ke berbagai belahan dunia terutama ke Eropa sebelum akhirnya kembali ke Palestina.

Bangsa Yahudi sendiri dibagi dalam 2 Kelompok besar yaitu, kelompok yang berasal dari Rusia dan Eropa timur disebut Ashkenazim, sementara yang berasal dari Spanyol disebut Sephardim. Ada juga beberapa kelompok kecil yaitu yang berasal dari Timur Tengah disebut Mizrahim. Tapi dari seluruh kelompok Yahudi yang ada didunia saat ini, lebih dari 90% didominasi oleh Ashkenazim.

Pada tahun 1976, Arthur Koestler seorang Ashkenazi, menulis buku tentang bangsa Khazar (Khazaria) yang disebutnya sebagai suku ke 13 Yahudi karena sebagaian besar penduduk Khazaria beragama Yahudi. Bangsa Khazar sendiri berasal dari campuran bangsa Ugyur (Turki), Magyar (Hungaria) dan Hun yang mendirikan kerajaan Khazaria di wilayah utara Kaukasus di antara laut hitam dan laut Caspia. Bagaimana kisahnya hingga bangsa Khazar ini menganut agama Yahudi? Sebelum membahas tentang sejarah bangsa Khazar ada baiknya kita mengenal Arthur Koestler terlebih dahulu.
12 suku Israel foto www.preceptaustin.org
Biografi Singkat Arthur Koestler

Arthur Koestler anak tunggal dari keluarga kelas menengah Yahudi yang lahir di Budapest Hungaria tanggal 5 September 1905. Tahun 1922, Koestler kuliah di Sekolah Tinggi Tehnik Vienna, Austria. Sejak kuliah Arthur tertarik pada Zionism dan aktif dalam kelompok Zionist. Pada tahun 1927, Koestler pindah ke Palestina dan mulai karir sebagai jurnalis. Tahun 1930, Koestler pindah ke Berlin karena ditawari posisi sebagai editor bidang ilmu pengetahuan. Karena terlibat partai komunis, Koestler kehilangan pekerjaannya di Berlin. Tahun 1937, Koestler dijebloskan ke penjara saat berada di Hungaria dan divonis hukuman mati karena menjadi mata-mata partai komunis. Tapi berkat bantuan Inggris, dia dibebaskan dan pindah ke Inggris.

Pada tahun 1938, Koestler keluar dari partai komunis dan pada tahun 1939 dia menerbitkan novelnya yang pertama berjudul “The Gladiators”. Sejak saat itu Koestler aktif menulis beberapa buku lagi diantaranya “Darkness at Noon” (1940), membahas tentang komunis, Rubashov dan Bolsheviks yang sukses secara komersil juga membuatnya terkenal. “Darkness at Noon” menjadi salah satu buku tentang politik yang paling banyak dibaca diabad ke 20.

Pada tahun 1976, Arthur Koestler menulis buku berjudul “The Thirteenth Tribe”. Buku itu menceritakan tentang bangsa Khazar yang memeluk agama Yahudi pada abad ke 8. Menurut hipotesa Koestler, sebagian besar orang Yahudi saat ini bukan keturunan Jacob / Nabi Ya'qub (Israel), tetapi keturunan bangsa Khazar yang migrasi ke Eropa timur pada abad 12 dan 13 setelah kerajaan Khazaria runtuh. Bangsa Khazar inilah yang dijuluki suku ke 13 Yahudi oleh Koestler dan menurut Koestler sebagian besar Askhenazim adalah keturunan Khazar BUKAN Bani Israel.

Buku itu menuai kontroversi dan kecaman terutama dari komunitas Yahudi sendiri dan menganggap buku “The Thirteenth Tribe” itu sebagai hoax (kebohongan). Bahkan buku ini sempat sangat sulit dicari, seolah menghilang dari peredaran selama beberapa tahun. Padahal niat Koestler menulis buku itu untuk menghapus sentimen anti Semit yang ditujukan pada Yahudi karena bangsa Yahudi berasal dari keturunan bangsa Semit. Kata Semit berasal dari nama Shem anak kedua nabi Nuh disamping Japehth dan HamShem adalah leluhur beberapa bangsa di Timur Tengah termasuk bangsa Arab dan bangsa Ibrani (Yahudi).

Pada tahun 1983, Koestler ditemukan tewas bersama istrinya. Menurut investigasi, Koestler dan istrinya bunuh diri karena ditemukan surat pribadi Koestler yang menyatakan keinginan mereka untuk mengakhiri hidupnya. Koestler bunuh diri karena tidak tahan dengan penyakit Parkinson dan beberapa penyakit fatal yang dideritanya sementara istrinya bunuh diri karena setia pada Koestler. Walau sudah meninggal tapi hingga saat ini buku “The Thirteenth Tribe” masih menuai pro dan kontra dan menjadi buku Koestler yang paling kontroversial.
Peta Khazaria foto imageshack.us
Sekilas Tentang Buku The Thirteenth Tribe

Koestler memulai bab pertama dalam bukunya dengan kalimat “In Khazaria, sheep, honey, and Jews exist in large quantities.” Kalimat itu berasal dari perkataan Al Muqaddasi seorang ahli geografi Muslim yang pernah singgah di Khazaria pada abad ke 10. Tak hanya catatan Al Muqaddasi, Buku karya para ahli sejarah seperti Abraham Poliak, Michale Norton Dunlop, Raphael Patai juga catatan Ahmad Ibnu Fadlan utusan khalifah Al Muqtadir yang mengembara dari Bagdad ke Bulgaria pada tahun 921, menjadi sumber referensi Koestler saat menulis buku ini.

Ada beberapa hal menarik yang ditulis Koestler dalam bukunya itu misalnya tentang surat menyurat antara Hasdai Ibnu Shaprut seorang Yahudi asal Spanyol yang menjadi menteri kerajaan Umayah di zaman khalifah Abdulrahman III (912-961) dengan Raja Joseph Ben Aaron, raja Khazaria. Isi surat antara Hasdai dan Raja Yoseph itu menceritakan kegembiraan Hasdai saat mendengar ada kerajaan besar di Eropa Timur yang Raja dan penduduknya mayoritas beragama Yahudi.

Pada saat itu Hasdai mengira bahwa bangsa Khazar adalah salah satu dari 10 suku bangsa Israel yang hilang. Tapi jawaban dari Raja Joseph ternyata mengatakan bahwa mereka bukan keturunan dari Abraham (nabi Ibrahim) tapi dari Togarma, anak ke 3 Gomer atau cucu dari Japheth (salah satu anak nabi Nuh). Dalam literatur Yahudi, Togarma dikenal sebagainya moyangnya bangsa Turki. Togarma punya 10 anak yaitu :
1. Ujur                             6. Tarna
2. Tauris                          7. Khazar
3. Avar                            8. Janur
4. Uauz                           9. Bulgar
5. Bizal                           10. Sawir, 
dan bangsa Khazar adalah keturunan anak ke 7 Togarma.

Kerajaan Khazar diperkirakan berdiri sekitar tahun 630. Setelah melewati beberapa generasi, pada masa pemerintahan Raja Bulan (tahun 740) bangsa Khazar memeluk agama Yahudi. Sebelumnya Raja Bulan ditawari untuk memilih agama Islam atau Kristen karena Khazaria diapit oleh dua kerajaan Besar yaitu Islam (Abasiyah) dan Kristen (Byzantium). Setelah berdiskusi dengan para ahli ketiga agama itu, akhirnya Raja Bulan memilih Yahudi sebagai agama resmi kerajaan Khazar

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top