0
Maktabah Darul Hadits bi Ma'rib Yemen
(salah satu maktabah terbesar di Yemen)
Ketika kita mendengar kata PERPUSTAKAAN, yang terbayang di pikiran kita adalah sebagai tempat peminjaman buku kalau sewaktu-waktu kita butuh referensi, hanya itu tidak lebih... Padahal fungsi dari perpustakaan adalah lebih dari itu semua.
Di perpustakaan inilah kami mengenal para ulama dengan berbagai macam torehan hasil karya mereka. Terutama ulama-ulama zaman dulu semisal Imam Ath-Thabari, Imam Al-Ghazali, Imam Nawawi, Imam Ibnu Taimiyah, Imam Ibnul Qayyim, Imam Ibnu Al-Jauzy, Imam Ibnu Katsir, dan Imam Al-Qurthubi dst...
Mereka telah menulis ratusan hingga ribuan judul dan satu judulnya ada yang mencapai ratusan jilid buku.
1. Imam Ath-Thabari, seorang ahli sejarah dan ahli tafsir terkemuka, membiasakan diri selama 40 tahun untuk menulis 40 lembar setiap hari. Setelah kematiannya, murid-muridnya menghitung apa yang ditulisnya setiap hari. Ternyata sejak beliau berusia baligh sampai meninggalnya, terhitung kurang lebih 14 lembar yang beliau tulis setiap hari.
2. Abu Ishaq asy-Syairazi, telah menulis 100 jilid buku
3. Imam Ibnu Taimiyah, menyelesaikan setiap buku dalam waktu 1 Pekan. Beliau pernah menulis satu buku penuh dalam satu kali duduk. Dan bukunya telah dijadikan referensi oleh lebih dari 1000 penulis.
4. Imam Ibnu al-Jauzy telah menulis 1000 judul buku dan 1 bukunya ada yang mencapai 10 jilid. Kayu bekas penanya bisa dipakai untuk memanaskan air yang dipakai untuk memandikan jasadnya ketika meninggal.
5. Termasuk semangat yang menakjubkan pula adalah semangat Imam Ibnu Aqil yang telah menulis sebuah karya terbesar di dunia yaitu AL FUNUN. Tahukah Anda berapa jilid kitab tersebut? Sebagian mengatakan sebanyak 800 jilid dan ada yang mengatakan 400 jilid. Imam adz-Dzahabi berkata: "Belum pernah ada di dunia ini, kitab yang lebih besar darinya. Seseorang pernah menceritakan kepadaku bahwa dia pernah mendapati juz yang empat ratus lebih dari kitab tersebut."

Berikut ini beberapa fakta yang dahsyat betapa banyaknya para ulama membaca buku:
1. Seorang tabib datang mengobati Abu Bakar Al Anbari (ilmuwan Islam yang banyak menulis buku), ketika sakitnya sudah teramat kritis. 
Kemudian tabib itu memeriksa air seninya, lalu berkata: “Tuan telah melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukan oleh siapa pun, sebenarnya apa yang telah tuan lakukan?” 
Al-Anbari menjawab: “Aku baca setiap pekan sebanyak 10.000 (Sepuluh ribu) lembar.” (Washaaya wa Nasha’ih li Thalibil Ilmi, hlm. 14)

2. Syaikh Abdul Adim bercerita tentang Ishaq bin Ibrahim Al Muradi: “Saya belum pernah melihat dan mendengar orang yang lebih banyak kesibukannya, melebihi Ishak Al-Muradi. Beliau senantiasa terbenam dalam kesibukannya sepanjang siang hingga larut malam. Saya bertetangga dengan beliau. Rumah beliau dibangun setelah duabelas tahun rumahku berdiri. Setiap kali saya terjaga di keheningan malam, selalu terbias sinar lentera dari dalam rumahnya, dan beliau sedang sibuk dengan pencarian ilmu; bahkan sewaktu makan beliau selingi pula dengan membaca kitab-kitab.” (Imam Nawawi, Bustanul Arifin, hlm. 79)

3. Imam Asad bin Furat bercerita tentang dirinya yang berguru pada Imam Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani: “Pada aktu itu aku tinggal di bangsal sebuah rumah yang atasnya didiami oleh Imam Muhammad bin Hasan Asy-Syaibani. Setiap kali beliau turun “memperdengarkan ilmu” kepadaku, dan beliau menaruh sebuah cawan berisi air di depannya. Kemudian beliau mulai membaca. Apabila malam semakin larut dan beliau melihatku terserang kantuk, maka beliau mengambil air dengan tangan beliau dan dipercikkan ke wajahku sehingga aku pun terjaga. Begitulah yang selalu kami lakukan tiap hari, sehingga aku memperoleh apa yang aku maksudkan, yakni bekal ilmu dari beliau.” (Adz Dzahabi,Tadzkiratul Huffadz, hlm. 21).

4. Imam Ibnu Aqil Al-Hanbali, seorang pakar bahasa berkata: “Sungguh tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat pun umurku, bahwa ketika mulutku sudah tidak aktif bermudzakarah atau munadzarah, dan penglihatanku tidak kugunakan untuk menelaah, maka aku tetap mengaktifkan pikiranku, di saat aku sedang istirahat.” (Thabaqatul Hanabilah, jilid 1, hlm. 146)

5. Istri Imam Zuhri berkata tentang suaminya (seorang ahli hadits ternama, guru para Imam Madzhab): “Demi Allah, sesungguhnya kitab-kitab ini sangat menyakitkan saya sebagai seorang istri, melebihi sakit hatiku bila dimadu dengan tiga orang istri.” (ibid, hlm. 32)

6. Imam Al Juwaini, guru dari Imam Al Ghazali berkata: “Aku biasa tidak tidur dan makan. Aku tidur hanya bila kantuk menguasaiku baik malam maupun siang, dan aku makan hanya bila aku berselera, pada waktu apa pun. Kelezatan dan hiburan adalah sewaktu mengingat-ngingat ilmu dan mencari faedahnya dari ilmu macam apa pun.” (Dr. Nashir bin Sulaiman Al-Umr, Al-Ilmu Dharurotun Syar’iyyah)

Ya, membaca dan menelaah ilmu telah menjadi kelezatan dan hiburan bagi mereka. Seperti sebuah buku yang berjudul "Andaikan buku itu sepotong pizza" atau apapun makanan yang kita sukai kita akan melahapnya sampai habis. Sampai sisa-sisa makanan pada jaripun ikut kita jilat.
Namun pernahkah terlintas di pikiran kita bahwa perpustakaan itu pernah mengantarkan umat Islam menuju masa keemasan. Bahwa perpustakaan saat itu menjadi pusat ghirah aktivitas intelektual umat Islam sehingga marcusuar ilmu pengetahuan Islam menyebar ke seluruh pelosok dunia.....
Perlu kiranya kita menengok kembali bagaimana sebenarnya keadaan dan fungsi perpustakaan dalam sejarah perjalanan umat Islam di masa lalu, sebagai pembelajaran dan pijakan kita menatap masa depan......Wallahul muwaffiq...
================================================
Perpustakaan Dengan Sejuta Kenangan
Di perpustakaan inilah kami mengenal berbagai literatur buku2 sunnah....
Di perpustakaan inilah kami banyak berkumpul dan berkonsultasi dengan para masyaikh ahli ilmi.....
Di perpustakaan inilah kami mengenal teman2 yang baik dan tidak pernah membosankan yaitu kitab2 ulama.....
Ya Rabb jagalah para thalabul ilmi yang ada di dalamnya, semoga sesalu perpustakaan tersebut eksis dan terus memberikan faedah...amiin ya Rabb

Penulis : Ustadzunaa "Hizbul Majid Al Jawy" Hafidzhohullahu Ta'ala (Alumni Darul Hadits Bi Ma'rib, Yemen - Murid Syaikh Abul Hasan As Sulaymani Al Ma'ribi)
Dengan sedikit editan dan gubahan dari PEMILIK BLOG.... 

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top