0
BERHENTI SEJENAK

Gambar-gambar di bawah ini merupakan replika/miniatur Rumah Rasulullah, Masjid Nabawi dan ilustrasi kota Madinah An-Nabawiyah ditahun ke 8 Hijriah. Gambar ini kami ambil beberapa jam yang lalu pada PAMERAN SIRAH NABAWIYYAH yang berlokasi tepat di samping kanan MASJID NABAWI.

Madinah pada tahun 8 H
Yang paling belakang adalah lokasi perang UHUD.
Replika dan Ilustrasi ini membawa pikiranku mundur melampaui dimensi waktu, melewati setiap fragmen sejarah yang selama ini hanya bisa kubaca melalui lembaran-lembaran sirah.
Airmatapun tak terbendung.. 
Ada rindu yang menggebu, terbayang sosok yang dulu pernah merindukan kita.

Miniatur Masjid Nabawi pada Tahun 8 H (Ketika Rasulullah masih hidup

Aku tatap replika demi replika itu dari setiap sudut.
Lidahku hanya bisa berucap, "Masya Allah...." 
Dari bangunan beratapkan daun korma inilah sebuah peradaban dimulai, di sanalah generasi terbaik itu dibina, di atas kerikil-kerikil pasir yang memenuhi setiap jengkal bangunan suci itu.
Kulihat setiap sudut kota, semua seolah menyimpan ceritanya sendiri. 

Miniatur Rumah Rasulullah

Perhatianku tiba-tiba terhenti pada bangunan kecil berbentuk kubus yang menempel tepat disisi kiri depan masjid nabawi. Di atasnya tertulis "Hujroh Aisyah" (bilik Aisyah), Masya Allah di tempat itulah Ibu kita Aisyah -radhiallahu anha- tinggal. 
Di rumah sederhana yang berdinding tanah liat itu juga manusia yang paling mulia menutup usianya.

Miniatur Rumah-rumah Istri-istri Rasulullah, Berjumlah 9 Rumah


Semua tampak bersahaja. Tak ada barang mewah disana, hanya bantal jerami yang tampak usang.
Betapa sempitnya bilik itu, gumamku dalam hati, dan betapa lapangnya hati pemilik rumah itu.
Semakin kutatap semakin ku mengerti arti tangis Abdullah Ibnu Mas'ud -radhiallahu anhu- ketika melihat guratan tikar kasar yang membekas di tubuh Rasulullah.

Hatikupun berbisik,
Andai engkau melihat kami wahai Rasulullah. 
Kami yang dulu pernah engkau rindukan kini tenggelam dalam gemerlapnya dunia. 
Cinta dunia telah membuat kami lalai dari mengamalkan sunnahmu. 
Di rumah-rumah mewah kami melupakanmu. Padahal dulu, diatas tikar jerami engkau pernah merindukan kami. 
Bahkan tak jarang lidah-lidah kami kaku untuk mengucap seuntai shalawat dan salam saat namamu disebut.

Semoga Allah memaafkan kami, semoga Dia tidak mengusir kami dari telaga haudhmu.

Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah atasmu.

_____________________
Madinah 21-06-1435 H

Sumber : Klik di Sini

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top