1
>> ARABISASI VERSI NU -BAGIAN 1- << 
HUKUM CADAR dalam kitab NU yg berjudul AHKAMUL FUQAHA FII MUQARRATI MU'TAMAROT NAHDHATIL ULAMA')

Pertanyaan saya (Rizqianto) : "Apakah NU juga ISLAM GARIS KERAS???? (Silahkan dibaca sejenak)

Kumpulan Masalah2 Diniyah dalam Muktamar NU ke-1 s/d 15 yang diterbitkan oleh Pengurus Besar Nahdhatul Ulama dan Penerbit CV Toha Putra Semarang.
Buku ini disusun dan dikumpulkan oleh Kyai Abu Hamdan Abdul Jalil Hamid Kudus, Katib II PB Syuriah NU dan dikoreksi ulang oleh Abu Razin Ahmad Sahl Mahfuzh Rais Syuriah NU. 

Seluruh fatwa yang ada di buku tersebut sudah dikoreksi oleh tokoh-tokoh Nahdhatul Ulama (NU) antara lain J. M (Yang Mulia-ed) Rois Aam, Kj H Abdul Wahab Khasbullah, J.M. KH Bisyri Syamsuri, al Ustadz R Muhammad al Kariem Surakarta, KH Zubair Umar, Djailani Salatiga, al Ustadz Adlan Ali, KH Chalil Jombong dan alm KH Sujuthi Abdul Aziez Rembang.


Atau dapat dilihat dan dibaca pada buku "MASALAH KEAGAMAAN" hasil Muktamar/Munas Ulama NU ke I s/d 30, Jilid 1(yang terdiri dari 430 masalah) oleh KH. A. Aziz Masyhuri ketua Pimpinan Pusat Rabithah Ma'ahid Islamiyah dan Pengasuh Ponpes Al Aziziyyah Denanyar Jombang. Diterbitkan atas Kerja sama PPRMI dan QultumMedia. Sambutan Menteri Agama Republik Indonesia : H. Maftuh Basuni


















-----------------------

Arabisasi jika ditimbang dari segi pakaian. Sejenak dibaca bagi saudara-saudaraku seiman dan seislam. karena kita adalah 1 tubuh.... 

Bismillah... Mengenai status saya beberapa waktu lalu di facebook, mengapa saya nanti di desa ketika berdakwah akan menggunakan BAHTSUL MASA'IL (Majlis Fatwa milik NU), dan begitu pula MAJLIS TAJDID DAN TARJIH (Majlis FATWA milik MUHAMMADIYAH), dikarenakan saya akan memahamkan kepada masyarakat menggunakan kitab mereka sendiri dan fatwa mereka sendiri yang justru mereka tidak mengetahuinya. 

>> Keputusan Muktamar VIII Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta
dalam Masalah Diniyyah Nomor : 135 / 12 Muharram 1352 H / 7 Mei 1933 Tentang
"HUKUM KELUARNYA WANITA DENGAN TERBUKA WAJAH DAN KEDUA TANGANNYA" :
 

**Pertanyaan : 

135: ما حكم خروج المرأة لأجل المعاملة مكشوفة الوجه والكفين والرجلين هل هو حرام أو لا؟ وإن قلتم بالحرمة فهل هناك قول بجوازه لأنه من الضرورة أو لا؟ (سورابايا)
Bagaimana hukumnya keluarnya wanita akan bekerja dengan terbuka muka dan kedua tangannya? Apakah HARAM atau Makruh? Kalau dihukumkan HARAM, apakah ada pendapat yang menghalalkan? Karena demikian itu telah menjadi Dharurat, ataukah tidak? (Surabaya)

**Jawaban : 
ج: يحرح خروجها لذلك بتلك الحالة على المعتمد والثاني يجوز خروجها لأجل المعاملة مكشوفة الوجه والكفين إلى الكوعين. وعند الحنفية يجوز ذلك بل مع كشف الرجلين إلى الكوعين إذا أمنت الفتنة.
Hukumnya wanita keluar yang demikian itu HARAM, menurut pendapat yang Mu’tamad ( yang kuat dan dipegangi - penj ). Menurut pendapat yang lain, boleh wanita keluar untuk jual-beli dengan terbuka muka dan kedua tapak tangannya, dan menurut Mazhab Hanafi, demikian itu boleh, bahkan dengan terbuka kakinya, apabila tidak ada fitnah. 

SUMBER : 
AHKAMUL FUQAHA, Solusi Problematika Hukum Islam, Keputusan Muktamar, Munas, dan Konbes NAHDLATUL ULAMA (1926-2004 M) , halaman : 123-124, 
Pengantar: Rais ‘Am PBNU, DR.KH.MA Sahal Mahfudh; Lajnah Ta’lif wan Nasyr (LTN) NU Jatim dan Khalista, cet.III, Pebruari 2007.

Terjemah dan huruf besar adalah sebagaimana yang terdapat dalam buku di atas.
Dalam fatwa resmi NU di atas, para ulama NU mengakui ADANYA PERSELISIHAN dalam Mazhab Syafii tentang batasan aurat yang boleh dinampakkan oleh seorang wanita ketika keluar rumah. 

PENDAPAT YANG BENAR / KUAT / YANG DIJADIKAN SANDARAN / DASAR (baca:MU'TAMAD) dalam Madzhab Syafii –ditimbang oleh kaedah-kaedah madzhab- adalah pendapat yang mengatakan bahwa seluruh badan muslimah itu WAJIB DITUTUPI ketika hendak keluar rumah. Pendapat inilah yang dipilih dan difatwakan oleh NU. Sedangkan pendapat yang membolehkan untuk membuka wajah dan kedua telapak tangan bagi muslimah adalah PENDAPAT YANG LEMAH dalam Madzhab Syafii.

ANEHNYA saat ini PENDAPAT YANG MU'TAMAD dalam madzhab BERUBAH seakan-akan PENDAPAT YANG LEMAH dalam madzhab (Dibalik). LEBIH PARAH LAGI, ketika ADA ORANG YANG MENGAMALKAN PENDAPAT YANG MU'TAMAD dalam Mazhab Syafii MALAH DITUDUH DENGAN BERBAGAI TUDUHAN KEJI (Seperti Teroris, Ekstrim, Tidak Umum, Islam Garis keras,dll).
============================
============================

Ta'liq dari saya (Rizqianto) yang faqir ilmu :
- Walaupun dari keputusan MUKTAMAR NU tersebut MEWAJIBKAN CADAR. maka saya tetap pada pendirian saya bahwa hukum asal Cadar adalah sunnah dengan melihat 'urf, kondisi, keadaan, dan lain sebagainya. Saya TIDAK MEWAJIBKAN wanita muslimah memakainya.

- Jika Muhammadiyah terkenal dengan keputusan MAJELIS TARJIH DAN TAJDID maka SAUDARA KITA yaitu NAHDLIYYIN (NU) terkenal dengan keputusan BAHTSUL MASAIL. Keputusan Bahtsul Masail yang paling bergengsi di NU tentu adalah HASIL BAHTSUL MASAIL DI MUKTAMAR NU.

- Arabisasi dalam setiap organisasi islam di Indonesia sudah maklum adanya, dan mereka sudah memberi keputusan masing-masing. terlebih masalah pakaian MUSLIM di INDONESIA.... 

- Setelah membaca KEPUTUSAN DARI MUKTAMAR NU tersebut, apakah kita yang sudah membacanya akan mengatakan bahwa NU ADALAH ISLAM GARIS KERAS LAGI EKSTRIM...???? Bukankah NU juga melakukan ARABISASI dengan keputusan BAHTSUL MASAILNYA???? Buurika fiikum....

Wallahu a'lam....




Buku Terbitan yang terbaru tahun 2011. 


Post Comment

Poskan Komentar

  1. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.
    Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa
    Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. Al-Ahqaaf: 15)

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa alihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.
    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan dan berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    —— doa khusus untuk PARA NABI, PARA KELUARGANYA, PARA SAHABATNYA, SEMUA YANG BERJASA PADA (PARA) NABI, PARA SALAAF AL-SHAALIH, PARA WALI, PARA HABAIB, PARA ULAMA DAN SEMUA YANG BERJASA PADA ISLAM. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal
    mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

    BalasHapus

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top