0
Pembahasan ini harus di pahami dan direnungkan oleh segenap kaum Muslimin baik dari kalangan Muhammadiyyah maupun Nahdlatul Ulama (NU) atau yang lainnya. Lihat dan dengarkan dalam video ini. Semoga memberikan wawasan :


Kini banyak beredar fitnah yang dituduhkan kepada Syaikh Muhammad bin 'Abdul Wahhab. Ketua harian MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang juga Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Yunahar Ilyas, Lc, M.Ag menjelaskan masalah ini. Beliau juga menguraikan dengan jelas dan detail siapa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab begitupula tentang Salafy / Wahabi.

Bahwasanya Muhammadiyah yang didirikan oleh KH. Achmad Dachlan adalah pelopor gerakan "MANHAJ SALAF" di Indonesia. Dengan salah satu kitab utamanya yaitu "FATHUL MAJID" karya Al Mujaddid Muhamma bin 'Abdul Wahhab.

Muhammadiyah tidak mengikat diri kepada suatu Madzhab, tetapi pendapat-pendapat madzhab dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan hukum, dengan syarat semasa sesuai dengan jiwa Al Quran dan As Sunnah atau dasar-dasar lainnya yang dipandang kuat.

Ada 3 pola atau corak hukum ISLAM yaitu corak Salafiyah, Madzhabiyah, dan Tajdidiyah :

**Pertama, Corak Salafiyah yaitu pendapat yang merujuk kepada Fiqih (Ijtihad) yang dihasilkan oleh para Shahabat Rasulullah.

**Kedua, Corak Madzhabiyah yaitu Fiqih yang dihasilkan oleh (Merupakan Ijtihad) para Imam Madzhab dan para pengikutnya. 

**Ketiga, Corak Tajdidiyah yaitu corak Fiqih hasil Ijtihad ulama masa kini untuk menjawab persoalan dan kebutuhan umat masa kini.

***

Sebagai penekan :
Aku bersyukur menjadi seorang Wahhabi, Jika berusaha mengikuti Al Quran dan Sunnah Rasulullah berdasarkan jalan yang ditempuh para Salafush sholih (yaitu Shahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in, imam yang 4 yaitu Maliki, Hambali, Hanafi, Syafi'i, serta ulama yang mengikuti mereka) disebut Wahabi, Fundamentalis, Teroris, atau sebutan apapun maka aku bangga dan bersyukur menjadi apapun istilah yang mereka sebutkan.

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top