0
Saya Seorang Pemuda yang Selalu Ditolak

Syaikh Muhammad Mukhtar asy-Syinqithi hafizhahullaah ditanya:

"Wahai Fadhilatus-syaikh, saya seorang pemuda yang telah beberapa kali melakukan pelamaran, Namun saya selalu saja ditolak dengan beberapa sebab, dan kadang juga tanpa alasan. Sehingga aku merasa dunia ini sempit... Saya mohon do'a dari anda wahai syaikh, Agar Allah memudahkan urusanku, semoga Allah membalas kebaikan anda. "

Syaikh menjawab : "Cukup do'a saja? Tidak masalah... Saya berdo'a agar Allah memudahkan urusan kaum muslimin. Saya berdoa kepada Allah semoga Dia menganugerahimu Istri yang solehah... Yang menjadi penyejuk mata di dunia dan akhirat. Seorang istri yang takut pada Allah... Dan menganugerahimu keturunan yang menyejukkan mata. Wahai saudaraku... Jangan engkau terganggu dengan hal ini. Engkau bisa saja mencari istri, engkau mencari pekerjaan, engkau memburu kendaraan atau mengejar bangunan yang tinggi. Namun Dia lah yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana... Dengan segala pengetahuan dan hikmah-Nya... Sesungguhnya Allah Maha Tahu, sedangkan engkau tidaklah mengetahui... Mungkin engkau menginginkan seorang wanita, namun di balik itu ada musibah. Di balik itu ada kesedihan... Mungkin engkau mencari wanita dengan segala kecantikannya. Namun dirinya tidak mampu memberikan keturunan yang baik. Mungkin engkau menyukai seorang wanita, Namun ternyata engkau ditimpa musibah dan kesedihan akibat wanita dambaanmu tersebut. Sehingga Allah menghindarkanmu dari keburukan yang engkau tidak mengetahuinya. Dari hal yang engkau sadari ataupun yang tidak kau ketahui. Maka berbaik sangkalah kepada Allah... Sikap terbaik adalah selalu optimis ketika menemui kesulitan dalam meraih kebaikan dunia. Karena seringkali balasan dan kebaikan dari Allah tidak datang sebelum orang tersebut lelah. Ia mencari pekerjaan, mencari ini dan itu..."

Sampai akhirnya ia berkata: "Bumi yang luas ini terasa sempit untukku." 
Namun akhirnya Allah membuatnya lapang... Dan bantuan datang pada saat engkau berharap maupun tidak berharap sama sekali. Seseorang mungkin telah berusaha keras dan lelah saat mencari pendamping, Mencari wanita kemana-kemana tapi selalu ditolak... Lalu datanglah seseorang padanya menawarkan pendamping yang baik dan solehah. Seorang wanita dan keturunannya yang diberkahi. Maka berbaik sangkalah pada Allah... Dan jauhilah sikap frustasi... Saudaraku fillah, perkara di dunia ini adalah mudah. Yang lebih penting dari itu adalah perkara akhirat. Segala perkara dunia amatlah mudah. Dalam do'a yang ma'tsur dikatakan: "Jangan Engkau jadikan dunia sebagai keinginan terbesar kami" [H.R. Tirmidzi]

Jika engkau telah mencari pekerjaan namun tidak ketemu, jika engkau telah mencari pasangan namun belum juga ketemu, Jangan jadikan dunia sebagai keinginan terbesarmu. Dan jangan mengatakan semua itu telah tertutup untukmu. Sebagian orang berkata: "Demi Allah, aku tidak tahu harus bagaimana aku sholat."

Jangan biarkan kekhawatiran ini membuatmu buntu. Sehingga engkau berpaling dari tujuanmu. Sebagian penuntut ilmu berdiri diatas ilmunya, Allah memberikannya anugerah kepahaman terhadap ilmu. Sebagian lagi Allah berikan kekuatan dalam ibadahnya, ahli dzikir dan syukur. Allah pun menguji mereka dengan cobaan duniawi, sehingga mereka bangun dan duduk karena perkara duniawi. Ini adalah jebakan setan kepada manusia, maka berhati-hatilah... Jadikan akhirat sebagai keinginan terbesarmu... Jadikan akhirat sebagai tujuan dan permohonanmu. Bukan artinya kita meninggalkan urusan duniawi, Namun kita katakan: Jangan jadikan dunia sebagai keinginan terbesarmu... Karena setan memperdaya manusia, bahkan menghilangkan kekhusyu'an ketika sholat. Melalaikan hati dan memecahkan pikiran karena urusan dunia... 

Berhati-hatilah ketika engkau mengusahakan sesuatu, setelah kau berusaha dan kelelahan... 

Maka berbaik sangkalah pada Allah. Karena Allah punya hikmah yang besar pada makhlukNya. Ada orang2 yang dimudahkan urusan dunianya, sehingga mereka memuji dan bersyukur pada Allah. Ia bersikap baik dan mentaati Allah dengannya. Itulah kebaikan dari Allah, Dia memberi pada siapa yang dikehendakiNya. Sebagian manusia Allah berikan kesulitan dalam urusan dunianya. Dia memberikan masalah untuk kebaikan agamanya. Dan kebahagiaan untuknya dalam ketaatan dan keistiqomahan. Sedikit musibah dunia yang kau temui ada ganjarannya, kecuali Allah membalasnya dengan kebaikan di dunia dan akhirat. Harapkanlah ganjarannya!

Namun berhati2lah... Jangan buka jalan untuk setan. Itulah mengapa setan memperdaya manusia... Contoh misalnya sebagian penuntut ilmu ingin menikah, ia pun mencari istri... Hal pertama yang ia lakukan adalah mengumpulkan hadits-hadits tentang pernikahan. Ia pun menghafalnya... Hafal Imam siapa yang mengeluarkannya... Bahkan hafal para periwayatnya, dan siapa yang mensyarah hadits tersebut lengkap dengan perbedaan pendapatnya. Setelah merasa semuanya berjalan sempurna, ia pun mencari istri... Maka setan pun mulai menggodanya sehingga ia pun berkata: "Saya takut fitnah, saya takut agama saya akan terfitnah." 

Betul, tidak ragu lagi manusia memang khawatir dengan ujian. Namun saudaraku... Janganlah engkau berburuk sangka pada Allah. Engkau mencari dan mengusahakannya... Namun apakah engkau tidak perhatikan takdir Allah? Engkau tak punya pilihan selain sabar, Jika engkau mencari dunia maka ada potensi engkau tak mendapatkannya. Hati-hatilah dari tipu daya setan! Sebagian ada yang mencari istri dalam sebulan, sebagian lagi ada yang sampai setahun. Ia membuat dunia bangun dan duduk sementara setan telah merusaknya. Setan akan mendatanginya karena ia seorang yang paham, tapi paham dalam hal apa? Kebaikan atau keburukan? 
Setan berbisik: "Bagaimana caranya engkau menuntut ilmu, sementara fitnah dan kesulitan menimpamu?" 
"Engkau telah melihat ini dan itu" Setan mulai mendramatisir masalah... 

Demi Allah, jika engkau palingkan hatimu pada Allah maka kebaikan akan bersamamu. Namun jika masalah ini menyita perhatianmu, dan engkau menyikapinya secara berlebihan...

Sampai engkau pun berkata:
"BUMI YANG LUAS INI TERASA SEMPIT UNTUKKU"

Apa hanya karena engkau tidak menemukan pasangan? 
Kemanakah kehidupanmu sebelum engkau menikah? 
Tidak akhi...!!! 
Jangan biarkan bumi ini sempit untukmu, kecuali jika itu mengancam agamamu.
Bumi ini terasa sempit bagi wali-wali Allah, orang-orang yang beriman, saat mereka ketinggalan sholat subuh berjamaah. 
Bumi ini terasa sempit buat mereka, saat tidak mengisi di shaf-shaf awal. 
Bumi ini terasa sempit ketika tidak khusyu' dalam sholatnya. 
Bumi ini terasa sempit ketika bersujud, namun setan menjauhkannya dari mengingat Allah. 
Bumi ini terasa sempit ketika melihat orang miskin, menderita, orang yang kesulitan dan ditimpa kesedihan. Namun tidak mampu membuat mereka lapang. 
Bumi ini terasa sempit saat melihat ketaatan dan amal soleh, yang biasa dilakukan orang-orang beriman, yang mereka berlomba-lomba di dalamnya, Seperti puasa dan sholat di malam hari. Ia pun menangis dan merintih karena luput dari ganjaran akhirat. 
Inilah yang seharusnya membuat bumi terasa sempit. 
Jadikan akhirat sebagai keinginan terbesarmu, sebagai tujuanmu... 
Bumi ini terasa sempit jika engkau luput dari perkara yang membuatmu dekat pada Allah. Adapun perkara dunia dengan segala kesulitan dan kesedihannya, amatlah terhina jika engkau dibuat frustasi karenanya...

Penulis : Abu Ahmad Fahmi Basya

Post Comment

Poskan Komentar

Tinggalkanlah Komentar yang ahsan. Buuriktum Fiih....

 
Top